July 03, 2008

Gemuruh badai kehidupan.

Guru! Aku muak dengan hidupku! Cukup sudah! Tidak ada lagi yang bisa aku harapkan dari hidupku ini! Aku muak dengan segalanya! Aku muak dengan masalah-masalah yang ada! Mengapa hidupku selalu penuh dengan masalah? Aku sudah berusaha sebaik mungkin untuk menjalani hidupku dengan sikap dan perbuatan yang baik, tetapi mengapa masalah masih saja menghampiri hidupku? Apa salahku? Apa sulitnya bagi Tuhan untuk membuat hidupku bahagia? Aku ingin hidup tenang agar hidupku bahagia.


SANG GURU:

Nak! Coba kau perhatikan Elang itu!


Kau perlu tahu nak bahwa Elang adalah satu-satunya burung yang menyukai badai. Ketika awan badai berkumpul, burung Elang bergembira. Tatkala badai bergemuruh, Elang dengan kedua sayapnya menggunakan hempasan angin badai untuk mengangkat tubuhnya ke tempat yang lebih tinggi. Tatkala Elang menemukan posisi yang tepat di dalam badai, sayapnya berhenti mengepak dan ia menggunakan tekanan angin yang berhembus untuk menerbangkan tubuhnya. Keadaan ini memberikan kesempatan kepada Elang untuk mengistirahatkan kedua sayapnya. Berbeda dengan burung lain yang akan berlindung pada pohon tatkala badai terjadi.

Begitu juga dengan dirimu nak, tatkala badai kehidupan bergemuruh, gunakan sayap sabar, sayap tawakal dan sayap Alhamdulillah. Kau juga harus menjaga dirimu agar selalu ingat kepada Sang Pencipta Badai. Karena ketika badai kehidupan terjadi, sadarilah bahwa itu adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepadamu untuk mengangkat dirimu ke tingkat kehidupan yang lebih tinggi.

Ingat anakku! Ketika badai bergemuruh, gunakan sayap-sayapmu dengan bijak!

Yang mengenal dirinya, mengenal Tuhannya

No comments: