
Sebelum asar...
saya: tapi saya jenis orang yang cepat berputus asa jika sedang giler berusaha.
dia: DIa maha pembantu.
dia: Sungguh syaitan itu suka menyelinap sekitar kita, apatah dalam susur yang paling halus, pasti bisa dia tembusi, Rasul sendiri ada bersabda, syaitan itu mengalir di dalam darah.
dia: itu bisikan rasuk syaitan, lalu pohonlah keampuanan pada ALLAH swt kerna DIa amat cinta orang muda yang selalu kangen memohon ampun dan pertolonganNya.
dia: kamu kan orangmuda :)
saya: terimas ingatkan saya tentang tanggungjawab sebagai orang muda.
dia: insyaALLAH... kalau ibu itu yakin denganmu, maka ALLAH itu lebih yakin dengan kamu... masakah kamu tidak yakin kerana Dia dan ibu senantiasa di belakang kamu.
saya: sugguh, saya terlupa akan itu...
Jarang-jarang saya mengeluarkan perbualan di yahoo messenger saya di blog. Tetapi ia buat diri...sekali lagi tentang orang muda.
Hampir terlena...
Telefon bimbit saya berbunyi, tanda ada es-em-es masuk.
"Selamat malam alif.fa.ya.qof.ha.
Allah selalu bersama-sama mu.
DIA tidak pernah meninggalkanmu.
Moga mimpi indah ya."
Alhamdulillah. Sangat bersyukur di atas nikmat pertemuan kali ini. I'ya, kerja Tuhan pernuh rahsia.
Buat diri: Moga terus mampu berjalan.
7 comments:
Salam,
Pertama-tamanya,
makasih, ya sahabat
atas jemputan
menjadi pembaca di sini.
Biar dititipkan sedikit jejak di sini, ya.
Mohon izinnya,
untuk berkias lagi. :)
Memang sejatinya kita
dijadikan dengan
rasa memerlukan, menghendaki.
Lalu tercipta keinginan-keinginan,
kehendak-kehendak
yang kadangkala tak sejalan
dengan kehendak-Nya.
Itulah pemicu keputusasaan.
Bila kurang dipeduli kehendak-Nya,
lalu mengutama pandangan diri dan selain-Nya.
Bertatihlah kita memahami
hakikat penghambaan pada-Nya,
penyerahan sebagaimana hendak-Nya
dan usaha sebagaimana mestinya.
Saat terasa putus asa,
ingatlah Maha Pemurah-Nya Dia.
Dan ingatlah,
adalah keadilan-Nya
untuk menuntut atas kita
(yakni, menurunkan ujian
untuk membersihkan noda.)
Adakala dia
membuatmu jemu dengan dunia
(hatta dirimu sendiri),
supaya dirimu berpaling menghadap-Nya, satu-satu-Nya.
Itulah sebenar kurnia,
panggilan-Nya untuk mendekat-Nya.
Moga Allah
tunjukkan,
bimbingi diri.
Sandarkan
kelemahanmu pada kekuatan-Nya,
kehinaanmu pada kemuliaan-Nya,
kekuranganmu pada kesempurnaan-Nya,
ketiadaanmu pada kesegalaan-Nya.
Kembali mengharap pada-Nya sahaja, bukanlah selain-Nya.
Sandarkan pada Allah.
Bukan pada diri,
bukan pada kekuatan,
bukan pada amalan.
Kitalah hamba
yang sangat-sangat memerlukan-Nya.
Bersabarlah,
hingga tersingkap hijab
moga berbuah syukur tak berpenghujung.Kebaikan-Nya,
tentu tak terukur
logika fikiran semata,
kan?
Siapalah hamba,
untuk menata rencana agung
Sang Majikannya.
Benar sekali,
kerja-Nya
penuh rahsia yang tak tersentuh indrawi.
Du'akan supaya
terfahami
rahsia-Nya,
diterjemahkan
menjadi nyata
hingga terpancar kebaikan
dalam semua.
Moga menjadi hamba-Nya
yang didekatkan, dan
menjadi khalifah-Nya
yang dibanggakan.
In sya Allah.
Amiin, Allahumma amiin.
Diri mohon beransur.
WaLlahu yubarik fik,
ya sohabati.
:)
Bersabarlah,
hingga tersingkap hijab
moga berbuah syukur tak berpenghujung.Terimas atas nasihatnya.
Benar.KerjaNYA penuh rahsia sahabat, hingga saya berdebar-debar menanti natijahnya.
Insya Allah...akan sentiasa berusaha untuk memperbaiki diri.
Terimas sekali lagi atas luangan masanya sahabat, dan...
Ameen,ameen,ameen buat pengharapannya.
-----------------------
Buat diri,
tanpa terdaya ini..
aku selalu menghampiriMu..
dengan terhad pergerakan begini..
aku lebih mengingatiMu..
tatkala lemahnya diri..
aku hebahkan nasib ini..
dalam keriuhan suasana..
aku terhenti seketika..
ku lihat semula semuanya..
waktu ujian mengundang tiba..
aku khabarkannya pada semua..
aku keluhkan nasib yang menimpa..
sedangkan..
semua itu itu hadir..
dengan rasa cinta..
cintaMu kepada hamba..
cinta yang selalu ku damba..
walaupun sering ku lupa..
malah jarang pula ku usaha..
Kau hadir tanpa ku minta..
sedang aku lari entah ke mana..
Allahu Rabbi..
bila ku renung semula..
hiba menusuk dada..
tatkala cinta singgah ke jiwa..
terasa dekatnya kita..
namun bila ni’matMu di depan mata..
hancur punah rasa cinta..
hilang sudah kasih mesra..
ujianMu aku khabarkan pada semua..
ni’matMu jarang sekali ku hebahkannya..
seolah-olah diriMu hadir ada masanya..
dan masanya..
hanya bila aku memerlukannya..
Allahu Rabbi..
munafiqkah aku?..
apakah aku benar dalam bercinta?..
apakah harapanku ada waktu dan masa?..
mungkinkah takutku hanya seketika?..
Allahu Rabbi..
ampunilah diri ini..
Jangan berpatah harapan dari-Nya,
hanya kerana kepahitan ujian dan dosa.
Kasih sayang-Nya mengatasi Kemurkaan-Nya, demikian
diungkap-Nya dalam suatu Hadis Qudsi."Pinta tiada tertahan
selama engkau memohon kepada Tuhan.
Namun, pinta tiada mudah
bila pada dirimu sendiri engkau berserah.
Tak terjadinya sesuatu yang dijanjikan,
padahal waktunya telah tiba,
janganlah sampai membuatmu ragu terhadap janji Allah itu.
Supaya, yang demikian tidak mengaburkan pandangan mata batinmu
dan memadamkan cahaya relung hatimu.
Apabila engkau berbuat dosa,
maka itu jangan menjadi alasan keputusasaanmu
dalam menggapai istiqamah dengan Tuhan,
kerana bisa jadi
itu adalah dosa terakhir yang ditakdirkan bagimu."
[al- Hikam]
10 asbab yang menyedarkan sahabat.
Terimas atas segalanya.
:)
Sekali lagi, ia buat diri:
-Jadi, aturlah dirimu untuk tidak ikut mengatur dan mementingkan pengaturan dirimu sendiri.
-Perhatian dan pengaturanmu terhadap urusan dirimu menunjukkan ketidaktahuanmu tentang Allah SWT.
-Jika hamba telah memusatkan dirinya untuk memelihara ibadahnya, tentu ia tidak akan sempat mengatur dan memerhatikan dirinya. Jika kau tidak merisaukan pengurusan dirimu, Allah akan membuatmu tetap bersamaNya.
-Engkau adalah hamba yang selalu Dia pelihara. Seorang hamba tidak boleh ragu kepada majikannya. Apalagi sang majikan selalu memberi dan tidak pernah mengabaikan.
-Cukuplah untukmu firman Allah,
“Bisa jadi kalian membenci sesuatu padahal ia baik untuk kalian. Bisa jadi kalian mencintai sesuatu padahal ia buruk untuk kalian. Allah mengetahui, sementara kalian tidak mengetahui.”
Semoga DIA memberkati hidupmu,shbt.
Punya cerita duka,
punya cerita suka,
itulah namanya arca manusia
Punya hati suka,
namun sakit saat terluka,
itulah namanya jiwa manusia
Mengukir saat bahagia,
menancap waktu sengsara,
itulah takdir cinta yang Esa
Takdir itu mana mungkin menzalimi
Tetapi itu tarbiyyah Ilahi
Suka duka, sengsara bahagia,
nikmat Tuhan buat sang hamba,
cuma manusia di minta untuk celik memandangnya
buat orang muda,
acara kamu masih menunggu puncaknya,
walau terkadang salah bicara,
namun Dia tetap cinta,
walau terkadang sasar gayanya,
Dia tetap menunggu dirimu berbicara,
bicara cinta hanya antara kamu dan Dia,
Bicara cinta agung yang pasti tiada taraNya,
Berbahagialah orang muda,
Yang pasti tahu datang dan perginya,
hanya di sisi Tuhan yang Esa
HasbunALLAHu wani'mal wakiil :)
p/s: perbualan YM itu amat mengharukan. Ukhwah fillah moga di bawah redha ALLAH swt
Baik, kak fadilah.
Terima kasih banyak atas perkongsiannya.
Semoga Allah memberkati dirimu sentiasa. :)
I'ya kak fadilah...ukuwah yang tidak pernah saya impikan, tetapi memenuhi impian.
p/s: Ingatkan saya selalu kak.
Post a Comment