Saya rasa sudah dua minggu saya terlihat sebuah al-Quran di ruang tamu.
Al-Quran lama. Warnanya pun dah suram.
Dalamnyapun dah berwarna coklat-coklat.
Satu hari,saya bertanya pada ibu.
"Ibu. Quran siapa ni?"
"Tafsir Quran. Ayah bagi pada ibu. Masa kami sedang bercinta dulu."
Bulat mata saya. Macam tak percaya pun ada.
Romantik juga ayah saya ni.
Nota kaki: اللهم صل على سيدنا محمد و على اله و صحبه و بارك و سلم
Rabi’ul
Awwal mengingatkan kita akan ‘gajah’ dan ‘burung yang
berbondong-bondong’.
Ia juga mengingatkan kita kepada ‘cahaya (nur) yang
berpindah alih dari sulbi ke sulbi’,
lalu terpancar sampai ke Istana
Bushra, langitt bagai jaring pelangi, terpadam marak api,
dan
Kisra pun bergoncang runtuh – Indah Rabi’ul Awwal, tanggal 12,
tanah-tanah yang kering kontang subur, pepohonan yang gering dan mati
hidup merimbun,
berbunga dan berbuah lebat,
Indah dan sangat indah – sarwa khalikah raya menggema syukur dan selawat.
Hadirmu rahmat buat
kami wahai Paduka Rasulullah.
-Hafiz Fandani-
No comments:
Post a Comment